Maria Elisa Hospita
27 Juni 2019•Update: 27 Juni 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Senat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang versi mereka sendiri yang mengatur anggaran pengeluaran darurat sebesar USD4,6 miliar untuk perbatasan selatan.
RUU Senat mengemukakan pembatasan yang jauh lebih sedikit daripada yang disahkan di parlemen, yang berusaha mengendalikan tindakan keras Presiden Donald Trump terhadap imigrasi karena akan membatasi aliran dana yang dapat digunakan untuk membiayai tahanan pemerintah.
Senat mengusulkan alokasi USD1,3 miliar untuk perbaikan fasilitas penahanan di perbatasan dan USD2,9 miliar untuk perawatan anak-anak migran.
Anggota parlemen pun mengkritik RUU itu yang dianggap tak cukup memperbaiki kondisi pusat penahanan.
Sementara itu, RUU usulan Parlemen AS menyerukan kunjungan kongres ke fasilitas penahanan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan peningkatan gizi dan kebersihan, serta pemberian perawatan medis ke para tahanan.
Senat mengkritik RUU itu yang menurut mereka tidak adil dan meskipun nantinya disahkan di Senat, pada akhirnya akan diveto oleh Presiden Trump.
Menurut The New York Times, dalam sebuah pertemuan tertutup, Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa "Senat memiliki RUU yang bagus", yang menyiratkan bahwa parlemen akan menyetujui RUU usulan Senat.
Kedua RUU itu dikeluarkan setelah sebuah foto beredar di media sosial, yang memperlihatkan jasad seorang ayah dan anak perempuannya tenggelam di Sungai Rio Grande, yang menghubungkan AS-Meksiko.