Umar Idrıs
06 Februari 2020•Update: 07 Februari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Senat AS memberikan sebagian besar suaranya sesuai dengan garis partai Rabu untuk membersihkan Presiden Donald Trump dari dua dakwaan pemakzulan yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Desember. Keputusan Senat AS tersebut mengakhiri sidang pemakzulan ketiga dalam sejarah Amerika.
Namun harapan Partai Republik untuk membuat satu suara di dalam partai untuk menentang penggulingan presiden harus pupus ketika Senator Mitt Romney memilih mendukung vonis bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan. Tetapi senator dari Utah itu menyetujui garis partai tentang pasal penghalang Kongres dalam pemungutan suara kedua.
Semua dari 45 Demokrat dan dua anggota Senat dari jalur independen memilih untuk menghukum presiden atas kedua tuduhan itu.
Sebelumnya pada Rabu, Romney mengumumkan suaranya, mengatakan Trump "bersalah atas penyalahgunaan kepercayaan publik yang mengerikan."
"Janji saya di hadapan Tuhan untuk menerapkan keadilan yang tidak memihak mengharuskan saya mengesampingkan perasaan pribadi dan bias politik saya. Apakah saya mengabaikan bukti yang telah disajikan dan mengabaikan apa yang saya percaya tentang sumpah dan tuntutan Konstitusi demi kepentingan partisan, itu yang saya khawatirkan, mengekspos karakter saya pada teguran sejarah dan kecaman hati nurani saya sendiri," kata Romney, kepada Senat.
"Merusak pemilihan untuk mempertahankan seorang tetap di dalam posisinya, mungkin hal paling kejam dan paling merusak sumpah jabatan seseorang," tambahnya.
Sering mengkritik presiden Trump, Romney telah dipandang sebagai senator Republik yang kemungkinan besar akan berbeda dengan garis partainya dan mendukung penggulingan Trump dari jabatannya. Tetapi mengingat perlu suara mayoritas dua pertiga untuk menggulingkan Trump, Demokrat diyakini akan gagal mendapatkan dukungan.
Kedua dakwaan tersebut berasal dari upaya Trump yang berulang kali untuk meminta Ukraina mengumumkan penyelidikan pidana terhadap calon terdepan Demokrat Joe Biden dan penolakannya untuk berpartisipasi dalam penyelidikan DPR mengenai masalah tersebut.
Trump merupakan presiden ketiga dalam sejarah AS yang menghadapi persidangan pemakzulan di Senat. Dia bersama Presiden Bill Clinton dan Andrew Johnson, semuanya dibebaskan dari tuduhan.
Tak lama setelah pembebasannya, Trump berkomentar di Twitter, dengan memposting video dirinya di akhir serangkaian proses pemilihan yang secara bertahap menunjukkan peningkatan suara, lalu kamera fokus pada Trump yang berdiri di atas perolehan suara yang meningkat sampai muncul kalimat: "Trump 4EVA" atau "Trump untuk Selamanya".