Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
17 Maret 2018•Update: 18 Maret 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu mendeklarasikan 23 diplomat dari Kedutaan Besar Inggris di Moskow sebagai persona non-grata, meminta mereka untuk pergi dalam 1 minggu.
Lauri Bristow, Duta Besar Inggris untuk Rusia, dipanggil menuju Kementerian Luar Negeri dan menyerahkan daftar penandatanganan catatan yang diambil oleh Moskow sebagai tanggapan atas "tindakan provokatif pihak Inggris" atas percobaan pembunuhan mantan mata-mata Rusia dan putrinya di kota Salisbury, Inggris selatan.
Mantan mata-mata Sergei Skripal, 66 tahun dan putrinya Yulia, 33 tahun, dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri pada 4 Maret lalu di kota Salisbury, Inggris.
Perdana Menteri Inggris Theresa May menduga dua orang tersebut diracuni dengan gas saraf seperti yang diproduksi oleh Rusia.
Tindakan balasan Rusia termasuk menarik persetujuan untuk membuka Konsulat Jenderal Inggris di St. Petersburg dan penghentian British Council.
Rusia berhak mengambil tindakan pembalasan lainnya, tambah pernyataan tersebut.
Insiden di Salisbury mirip dengan kasus kematian mantan agen KGB Alexander Litvinenko pada 2006 setelah minum teh yang mengandung radioaktif.
Skripal diberi perlindungan di Inggris setelah pertukaran mata-mata pada 2010 antara AS dan Rusia. Sebelum pertukaran terjadi, ia dikurung di dalam penjara selama 13 tahun karena membocorkan informasi kepada intelijen Inggris.