Astudestra Ajengrastrı
17 Maret 2018•Update: 19 Maret 2018
Ali Kemal Akan
ANKARA
Militer Turki merilis potongan video yang menunjukkan rumah sakit Afrin masih utuh dan aman pada Sabtu, menunjukkan bahwa laporan sebelumnya adalah kampanye bertujuan mencemarkan nama baik yang dilakukan oleh teroris YPG/PKK-Daesh.
Video sepanjang satu menit itu diambil pada pukul 09.45 waktu setempat (0643GMT) pada Sabtu dan menunjukkan keadaan gedung masih baik-baik saja.
Baru-baru ini, teroris YPG/PKK-Daesh mengatakan bahwa rumah sakit tersebut dibom oleh tentara Turki, sebagai bagian dari kampanye untuk mendiskreditkan Turki.
Angkatan Bersenjata Turki segera merilis pernyataan yang disertai dengan gambar video tersebut.
"Kami mendapati adanya propaganda yang dilakukan terhadap Angkatan Bersenjata Turki, yang mengatakan bahwa gedung-gedung dan kendaraan dibakar oleh militer Turki. Pada kenyataannya, perbuatan ini dilakukan oleh para teroris yang ada di pusat kota Afrin," ungkap pernyataan itu.
Beberapa foto juga diambil oleh militer Turki pada pukul 09.50 waktu setempat (GMT0650), yang juga membuktikan bahwa rumah sakit tersebut tidak diserang.
Gambar yang diambil dari drone milik militer Turki menunjukkan teroris YPG/PKK menyulut api di mobil-mobil yang terdapat di pusat kota Afrin, barat laut Suriah.
Video yang dibagikan oleh militer ini menunjukkan para teroris menyulut tank, truk, dan kendaraan lain dengan api, dengan tujuan menghalang-halangi para penduduk sipil untuk keluar dari wilayah tersebut.
Pusat kota tersebut sudah dikepung oleh Angkatan Bersenjata Turki bersama dengan Free Syrian Army sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun yang sedang berlangsung.
Para teroris menggunakan penduduk sebagai tameng hidup untuk melindungi diri dari pasukan Turki.
Presiden Recep Tayyip Erdogan berkata pada Jumat bahwa pasukan yang dibekingi Turki telah mengambil alih kontrol dua per tiga wilayah Afrin, membebaskan 1.320 kilometer persegi (510 mil persegi) dari kelompok teror.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.