Maria Elisa Hospita
02 Februari 2018•Update: 03 Februari 2018
Sinan Uslu
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis mengatakan sebanyak 800 teroris tewas di barat laut Afrin, Suriah, sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun Turki yang tengah berlangsung.
"Tentu saja, jumlah tersebut akan terus bertambah," ujar Erdogan, saat berpidato di pertemuan Yayasan Pemuda Turki, di kompleks kepresidenan.
Pada 20 Januari, Turki bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) melancarkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, barat laut Suriah.
Menurut Staf Militer Turki, operasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, sekaligus melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi Afrin berlangsung di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga memastikan bahwa sasaran satu-satunya operasi tersebut adalah teroris, sehingga keselamatan penduduk sipil adalah yang paling utama.
Afrin merupakan tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak 2012, yaitu ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa perlawanan.