25 Juli 2026•Update: 25 Juli 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengatakan Iran menunjukkan keseriusan terbesar sejauh ini dalam perundingan dengan Washington, namun ia menegaskan belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan militer besar terhadap negara tersebut.
"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya rasa mereka semakin serius dari hari ke hari, mungkin karena alasan yang sudah jelas," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.
"Saya pikir mereka serius. Saya pikir sejauh ini mereka adalah pihak yang paling serius yang pernah kami lihat. Tetapi itu tidak berarti kami akan mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujarnya.
Saat ditanya apakah dirinya telah memutuskan untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran, Trump menjawab, "Belum."
"Kami bisa meningkatkan ini ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika kami menginginkannya. Kami siap melakukannya ... Kami sudah siap sepenuhnya untuk bergerak," katanya.
"Ada dua cara. Menurut saya, cara itu lebih cerdas, tetapi cara lainnya mungkin lebih mudah," tambah Trump, merujuk pada jalur diplomasi dan aksi militer.
Ketika ditanya apakah Utusan Khusus Steve Witkoff dan menantunya yang juga penasihatnya, Jared Kushner, terlibat dalam pembicaraan dengan Iran, Trump menjawab bahwa "semua orang" ikut terlibat, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
"Ini persoalan besar. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.
"Terlepas dari apa yang dikatakan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kita harus melakukannya dengan benar," tambahnya, merujuk pada pemilu sela Amerika Serikat yang akan digelar pada musim gugur tahun ini. Para ahli strategi Partai Republik khawatir perang yang tidak populer itu akan membuat partai tersebut kehilangan kursi di DPR maupun Senat.
Trump sendiri tidak ikut dalam pemungutan suara pada November mendatang. Namun, jika Partai Demokrat berhasil menguasai salah satu atau kedua kamar Kongres, mereka dapat mempersulit agenda pemerintahannya dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.
Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan ke berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu sebagai respons atas apa yang disebut Washington sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Teheran membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan.
Aksi saling serang terus berlanjut meski Amerika Serikat dan Iran pada Juni telah menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.