Gizem Nisa Demir
25 Juli 2026•Update: 25 Juli 2026
Pemerintah Turkiye pada Jumat mengecam tewasnya empat warga Palestina di wilayah pendudukan Palestina dan menyalahkan kebijakan yang disebutnya sebagai "genosida" Israel serta meningkatnya aksi kekerasan pemukim ilegal terhadap warga Palestina.
"Kami mengecam keras meningkatnya teror pemukim ilegal di wilayah pendudukan Palestina," kata Kementerian Luar Negeri Turkiye dalam sebuah pernyataan.
Kementerian menyatakan pembunuhan terhadap empat warga Palestina pada Jumat oleh "teroris penjajah yang didorong oleh pemerintah Netanyahu" merupakan "akibat dari kebijakan genosida Israel yang terus berlanjut."
Turkiye kembali menyerukan kepada masyarakat internasional agar memastikan "kejahatan yang dilakukan oleh teroris pemukim yang merampas tanah Palestina beserta para pendukung mereka tidak dibiarkan tanpa hukuman, dan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum."
Sebelumnya pada Jumat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan apa yang mereka sebut sebagai "operasi militer berskala luas" di desa-desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki menyusul serangan penembakan di dekat permukiman ilegal Havat Gilad.
Berdasarkan laporan koresponden Anadolu, pemukim Israel kemudian menyerang desa-desa Palestina, yakni Sarra dan Urif di Kegubernuran Nablus. Mereka membakar rumah-rumah serta harta benda milik warga Palestina, sementara penduduk setempat berusaha menghalau serangan tersebut dengan melempar batu.
Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat sejak Israel melancarkan ofensif militernya ke Jalur Gaza pada Oktober 2023. Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.182 warga Palestina tewas, ribuan lainnya terluka, dan hampir 24.000 orang ditangkap dalam penggerebekan militer Israel serta serangan para pemukim selama periode tersebut.