Nani Afrida
01 September 2018•Update: 02 September 2018
Ali Cura
MOSKOW
Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia melakukan latihan militer pertama setelah bubarnya Uni Soviet di Laut Mediterania pada 1-8 September, kata Panglima Angkatan Laut Rusia Vladimir Korolev pada Jumat.
"Pada periode dari tanggal 1 hingga 8 September tahun ini, sekelompok personil Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) Rusia akan mengadakan latihan pertama dalam sejarah modern Rusia di Laut Mediterania," kata Korolev.
Dua kapal selam, 26 kapal dari Armada Utara, Armada Baltik, Caspian Flotilla dan Armada Laut Hitam serta 34 pesawat dan helikopter AU Rusia akan mengambil bagian dalam latihan, katanya, menambahkan bahwa kapal penjelajah rudal era Soviet "Marshal Ustinov" cruiser, yang sudah mengalami reparasi dan modernisasi, akan memimpin rombongan AL.
Latihan itu juga akan menampilkan kapal induk rudal strategis Tu-160 AU, pesawat Tu-142 dan Il-38 anti-kapal selam, serta pesawat tempur SU-33 dan pesawat AL SU-30sm, kata Korolev.
Rusia menjamin akan ketat dengan aturan internasional untuk memastikan navigasi penerbangan di Mediterania akan aman selama latihan dilakukan.
"Setelah latihan, pasukan akan kembali ke pangkalan permanen mereka," kata Korolev.
Menurut sebuah peta yang diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, latihan perang tersebut akan diadakan di 11 daerah terutama di Mediterania timur.
Deputi Menlu Rusia Mikhail Bogdanov mengatakan latihan militer Rusia di Mediterania tidak ada hubungannya dengan situasi di Idlib, Suriah.
"Saya tidak berpikir latihan mungkin berhubungan dengan Idlib. Saya mendengar latihan itu sudah ada dalam rencana. Dalam hal apa pun, Idlib tidak berada di kawasan Mediterania," katanya.