Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 April 2019•Update: 24 April 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia menyatakan keprihatinannya atas putaran baru sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.
Di bawah ancaman sanksi, Washington menekan semua negara untuk berhenti membeli minyak mentah Iran dengan tujuan merusak ekonomi Republik Islam itu, kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan di situsnya, Selasa.
Kementerian mengatakan pernyataan AS soal pengetatan sanksi minyak terhadap Iran bertepatan dengan berita penyebaran pasukan tempur AS di Teluk Persia.
"Dalam mengejar hegemoni global, AS tidak hanya mengancam komunitas internasional dengan sanksi-sanksi ekonomi, tetapi juga secara terbuka menggetarkan pedangnya. Washington sedang berusaha untuk mencapai ambisi geopolitiknya, yang berbahaya bagi seluruh umat manusia," ujar kementerian.
AS mengambil langkah baru terhadap Iran menjelang peringatan keputusan Washington pada Mei tahun lalu untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, kesepakatan yang dicapai pada program nuklir Iran di Wina pada 14 Juli 2015 antara Iran, P5+1 dan Uni Eropa.
"Tetapi AS jelas-jelas membuat kesalahan dalam memilih cara, setelah memutuskan metode pencekikan ekonomi, memberikan pukulan pada kondisi hidup warga Iran untuk membuat Teheran menjadi negosiator yang patuh dan siap untuk setiap transaksi dengan persyaratan Amerika," kata kementerian.
"Tindakan semacam itu tidak menambah apa pun bagi posisi internasional Amerika. Seluruh dunia dapat melihat bahwa kebijakan Washington menjadi lebih agresif dan gegabah," tambahnya.