Maria Elisa Hospita
30 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Moskow menjalin kontak dengan oposisi Venezuela dalam format yang "dapat dimengerti" oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Rusia menyatakan tidak menutup diri dari kontak dengan siapa pun karena menganggap pertukaran informasi berguna untuk semua orang.
"Kontak ini ditujukan untuk bertukar informasi sehingga memungkinkan untuk mengambil langkah yang sesuai," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov kepada kantor berita RIA Novosti.
"Tapi ini bukan saluran paralel ataupun dialog permanen, hanya sesekali saja," jelas dia.
Menurut Ryabkov, saat ini tidak ada rencana kontak Rusia-Amerika Serikat karena sikap mereka mengenai krisis Venezuela "jauh berbeda".
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak Januari, ketika Maduro dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan kedua.
Ketegangan meningkat ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden, sebuah langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Sementara itu, Rusia, Turki, China, Iran, Bolivia, dan Meksiko menyatakan dukungan ke Maduro.