Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 November 2019•Update: 06 November 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sebuah kelompok beranggotakan lebih dari 11.000 ilmuwan internasional memperingatkan tentang "darurat iklim" dalam sebuah surat yang diterbitkan pada Selasa.
Dalam surat itu, mereka mengatakan krisis iklim melaju lebih cepat dari yang diperkirakan kebanyakan ilmuwan.
"Ini lebih parah daripada yang diantisipasi, mengancam ekosistem alam dan nasib umat manusia," kata surat yang ditandangi oleh William Ripple, Christopher Wolf, Thomas Newsome, Phoebe Barnard dan William Moomaw, yang diterbitkan di jurnal ilmiah Bioscience.
Menurut surat itu, yang paling mengkhawatirkan adalah potensi titik balik iklim yang tidak dapat dibalikkan dan umpan balik yang menguatkan alam (atmosfer, laut dan darat) yang dapat menyebabkan bencana 'rumah kaca Bumi' jauh di luar kendali manusia."
Surat itu menyoroti enam bidang utama mulai dari energi hingga pangan dan populasi, dengan mengatakan bahwa meskipun perundingan iklim telah dilakukan selama beberapa dekade, semua orang tetap menjalankan urusannya seperti biasa dan sebagian besar gagal mengatasi masalah ini.
Para ilmuwan menyatakan bahwa mereka "didorong" oleh meningkatnya keprihatinan tentang perubahan iklimbaru-baru ini.
Mereka mengutip tindakan pemerintah dan protes siswa dan mengatakan bahwa perubahan di masa depan akan lebih efektif jika pembuat keputusan dan seluruh umat manusia segera menanggapi peringatan dan deklarasi darurat iklim ini.
Surat itu dipublikasi sehari setelah Amerika Serikat resmi menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris 2015, perjanjian internasional yang berupaya memerangi perubahan iklim dengan saling mengurangi emisi.