Qatar laporkan kebakaran fasilitas LNG usai serangan Iran telah dipadamkan
Qatar memastikan seluruh kebakaran di Ras Laffan telah berhasil dikendalikan tanpa korban luka
ANKARA
Pemerintah Qatar menyatakan kebakaran yang terjadi di Kawasan Industri Ras Laffan akibat serangan rudal Iran telah berhasil dikendalikan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataannya menyebutkan serangan balistik yang diluncurkan dari Iran menargetkan kawasan tersebut dan menyebabkan kerusakan.
Perusahaan energi nasional Qatar, QatarEnergy, juga melaporkan bahwa sejumlah fasilitas gas alam cair (LNG) di Ras Laffan terdampak serangan rudal, yang memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Namun, otoritas setempat menyatakan tim pertahanan sipil berhasil mengendalikan seluruh kebakaran tanpa adanya korban luka.
Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa proses pemadaman lanjutan dan pengamanan masih terus dilakukan, sementara tim penjinak bahan peledak juga dikerahkan di lokasi.
Di kawasan Teluk lainnya, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan lima pesawat nirawak (drone) yang mengarah ke ibu kota Riyadh dan wilayah timur negara tersebut.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan sirene peringatan berbunyi dan mengimbau warga untuk segera menuju tempat aman terdekat.
Uni Emirat Arab juga menyatakan sistem pertahanan udaranya tengah berupaya mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.
Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa suara ledakan yang terdengar di beberapa wilayah berasal dari upaya sistem pertahanan udara dalam menghadang rudal balistik, serta operasi pesawat tempur untuk menanggulangi ancaman udara.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan lebih lanjut di negara-negara tersebut.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
