Muhammad Abdullah Azzam
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Palestina Jamie McGoldrick dan Duta Besar Qatar untuk Palestina Muhammad Al-Imadi menandatangani protokol bantuan USD20 juta dari Doha untuk proyek-proyek kemanusiaan di Gaza.
Melalui akun media sosial McGoldrick mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani protokol bantuan tersebut di Kantor PBB di Palestina, yang berada di Yerusalem Timur.
McGoldrick mengungkapkan bantuan Qatar tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat ekonomi Palestina.
Koordinator Khusus Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov juga berterima kasih kepada Qatar atas bantuannya tersebut.
Dengan bantuan tersebut, ujar Mladenov, Qatar telah mendukung proyek-proyek PBB yang akan membuka peluang kerja baru dan layanan pendidikan kepada rakyat dalam rangka meringankan penderitaan 2 juta warga yang tinggal di Gaza.
"Ini adalah satu-satunya cara untuk menjaga ketenangan, mendukung rekonsiliasi dan mencari solusi untuk semua upaya kemanusiaan," ungkap dia.
Sebelumnya, Hamas pada Kamis lalu mengumumkan penolakannya menerima bantuan keuangan terbaru dari Qatar untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai "pemerasan" oleh Israel.
"Kami menolak hibah Qatar ketiga ini untuk memprotes perilaku penjajahan Israel," kata petinggi Hamas Khalil al-Hayya dalam konferensi pers di Gaza.
Dia menuduh Israel berusaha "memeras" rakyat Palestina dan “mengelak” atas kesepakatan pemahaman pada tahun lalu antara Israel dan faksi-faksi perlawanan Palestina yang ditengahi Mesir, Qatar, dan PBB.
Kesepakatan itu adalah bahwa tidak boleh ada eskalasi besar yang akan terjadi antara kedua pihak. Sebaliknya, demonstrasi warga sipil Palestina di dekat perbatasan Gaza tidak akan berubah menjadi aksi kekerasan.
Menurut al-Hayya, Qatar "memahami" alasan Hamas atas keputusan tersebut.
Pada 7 Januari, Israel menghentikan sementara transfer bantuan keuangan Qatar yang dialokasikan membayar gaji pegawai negeri sipil di Jalur Gaza yang dikendalikan Hamas.
Langkah itu dilakukan Israel sebagai pembalasan atas serangan roket dari Gaza.
Hamas menilai langkah menghentikan transfer bantuan Qatar itu bagian dari upaya menekan blokade Israel.