Maria Elisa Hospita
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Pasukan Turki akan segera membersihkan sel-sel Daesh dari Suriah, yang sengaja ditinggalkan di sana oleh para teroris untuk pelatihan melawan Turki.
"Kami akan segera membawa perdamaian, keamanan, dan stabilitas di timur Sungai Eufrat, seperti yang kami lakukan di wilayah lain [di Suriah]," kata Recep Tayyip Erdogan, merujuk pada rencana operasi kontrateroris di perbatasan Turki.
"Terkait hal ini, kami terus melakukan kontak dengan pihak-pihak yang memiliki kehadiran militer di lapangan, khususnya Amerika Serikat dan Rusia," tambah dia.
Presiden Turki mengungkapkan bahwa pembicaraan positif dengan Washington dan Rusia telah berlangsung.
Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat Turki mengatakan Turki telah menyelesaikan semua persiapan untuk operasi di sebelah timur Eufrat.
Sejak 2016, Turki telah membebaskan sejumlah wilayah di Suriah - termasuk Al-Bab, Afrin dan Azaz - dari teroris YPG / PKK dan Daesh lewat operasi Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun.
Keberhasilan dua operasi itu memungkinkan warga Suriah yang melarikan diri dari kekerasan ke sana untuk kembali ke rumah.
Selama lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang diakui sebagai kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.