Ali Murad Alhas
31 Maret 2022•Update: 01 April 2022
ANKARA
Qatar pada Rabu memuji upaya Turki untuk menengahi antara Ukraina dan Rusia yang bertikai dan Doha menyampaikan harapan agar perjanjian damai yang langgeng tercapai setelah perundingan minggu ini di Istanbul.
“Qatar menyambut baik mediasi Republik Turki antara Rusia dan Ukraina, berharap negosiasi yang dimulai di Istanbul akan mencapai kesepakatan damai yang komprehensif dan langgeng antara kedua negara,” ungkap Kementerian Luar Negeri Qatar di Twitter.
Kemlu Qatar juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi dan diplomasi, menambahkan bahwa perselisihan internasional harus diselesaikan melalui cara damai.
Setelah menjadi tuan rumah pertemuan pada 10 Maret antara menteri luar negeri Rusia dan Ukraina, Turki pada Selasa kembali mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik negara dengan menjamu negosiator mereka di Istanbul.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut pertemuan di Istanbul "kemajuan paling berarti sejak dimulainya negosiasi" sejauh ini dan menunjuk pada pemulihan hubungan antara kedua negara.
Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah memicu kemarahan internasional, dan Uni Eropa, AS, dan Inggris menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Setidaknya 1.189 warga sipil tewas dan 1.901 terluka di Ukraina, dan angka sebenarnya kemungkinan akan jauh lebih tinggi, menurut PBB.
Lebih dari 4 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara lain, dan jutaan lainnya mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.