Turki, Dunia

Presiden Turki dan Kanselir Jerman bahas hubungan bilateral dan isu regional

Erdogan dan Merkel membahas hubungan bilateral dan hubungan Turki-Uni Eropa serta masalah regional, kata direktorat komunikasi Turki

Mehmet Tosun   | 06.05.2021
Presiden Turki dan Kanselir Jerman bahas hubungan bilateral dan isu regional Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

ANKARA 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Rabu mengadakan konferensi video guna membahas hubungan bilateral dan relasi Turki-Uni Eropa (UE) serta masalah regional, kata Direktorat Komunikasi Turki.

Dalam pertemuan itu, Erdogan menyampaikan harapannya agar proses pemilu Jerman akan bermanfaat semuanya dan hubungan kedua negara akan semakin meningkat dengan perspektif yang bijak dan strategis di periode baru.

Menekankan momentum yang dicapai dalam hubungan Turki-UE tidak boleh hilang, dia menyinggung bahwa Yunani masih melanjutkan tindakan provokatifnya.

Yunani melanjutkan praktik tidak bermoral dan ilegal untuk mendorong kembali pencari suaka di Laut Aegea, tetapi Turki mempertahankan sikap moderatnya untuk mempertahankan agenda positif, ujar presiden Turki.

Turki dan kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengutuk praktik ilegal Yunani yang mendorong mundur pencari suaka, dengan mengatakan tindakan itu melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional dengan membahayakan kehidupan orang-orang yang rentan, termasuk wanita dan anak-anak.

Erdogan mengatakan bahwa perlu dibahas cara-cara untuk mempertahankan dukungan untuk Afghanistan dengan cara yang paling efektif dengan menggunakan sarana NATO.

Merujuk pada perkembangan terkini di Libya, Erdogan menegaskan kembali dukungan Turki kepada Pemerintah Persatuan Nasional di Libya dan kesediaan Turki untuk bekerja sama dengan Jerman dalam hal ini.

Delegasi Libya memilih Mohamed Al-Menfi untuk memimpin tiga anggota Dewan Presiden dan Abdul Hamid Dbeibeh sebagai perdana menteri baru.

Rakyat Libya berharap pemerintah akan mengakhiri perang saudara selama bertahun-tahun yang melanda negara itu sejak penggulingan dan pembunuhan Muammar al-Qaddafi pada 2011.



Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın