Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 November 2019•Update: 26 November 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Presiden Republik Turki Siprus Utara (TRNC) Mustafa Akinci menyatakan harapannya untuk membuat kemajuan dalam menghidupkan kembali pembicaraan yang dipimpin PBB untuk penyelesaian sengketa Siprus.
Berbicara kepada wartawan di Berlin menjelang pertemuan trilateral dengan Presiden Siprus Yunani Nicos Anastasiades dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin, Akinci mengatakan dia akan berusaha untuk mencapai hasil positif.
"Kami datang ke sini dengan harapan dan niat untuk membuat langkah maju yang positif menuju solusi untuk masalah Siprus. Harapan kami, tujuan kami adalah untuk memberikan kabar baik ke Siprus," ujar dia.
Akinci mengatakan mereka akan membahas peta jalan dan bertukar pandangan tentang bagaimana menciptakan kondisi untuk bergerak maju.
Dia mengatakan bahwa pihaknya tetap waspada tentang kemungkinan konferensi lima-partai Siprus dalam beberapa bulan mendatang yang akan melibatkan kekuatan penjamin Turki, Yunani dan Inggris.
Menurut sang presiden, masih ada banyak tugas yang diperlukan untuk memastikan bahwa pertemuan seperti itu tidak akan menjadi upaya gagal lainnya.
Masalah Siprus tetap belum terpecahkan selama beberapa dekade, meskipun ada serangkaian upaya yang dilakukan oleh PBB untuk penyelesaian abadi antara Siprus Turki dan Yunani.
Upaya terakhir untuk menyelesaikan masalah berakhir dengan kegagalan di Swiss dua tahun lalu dan ketegangan yang terjadi baru-baru ini di Mediterania Timur semakin mempersulit upaya penyelesaian.
Pemerintah Siprus Yunani terus menentang pengakuan kesetaraan politik Siprus Turki dan mengklaim sebagai satu-satunya pemerintah sah bagi seluruh wilayah Siprus.
Sejak kudeta militer 1974, pulau itu terbagi menjadi pemerintah Siprus Turki di sepertiga utara dan administrasi Siprus Yunani di selatan.
Intervensi Turki sebagai kekuatan penjamin pada 1974 telah menghentikan penganiayaan dan kekerasan selama bertahun-tahun terhadap Siprus Turki oleh kelompok ultra-nasionalis dari Siprus Yunani.