Elena Teslova
26 Agustus 2021•Update: 26 Agustus 2021
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin membahas perkembangan terakhir di Afghanistan dengan Presiden China Xi Jinping dalam percakapan telepon pada Rabu, kata pernyataan Kremlin.
Kedua pemimpin negara itu menyatakan kesiapan mereka untuk meningkatkan upaya memerangi ancaman terorisme dan perdagangan narkoba yang berasal dari wilayah Afghanistan, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan di situs resminya.
"Pentingnya menekankan membangun perdamaian di negara ini sesegera mungkin dan mencegah penyebaran ketidakstabilan ke wilayah tetangga. Untuk hal ini perlunya menggunakan potensi Organisasi Kerjasama Shanghai secara maksimal," kata pernyataan itu.
Putin dan Xi juga sepakat untuk mengintensifkan hubungan bilateral dan koordinasi yang erat mengenai hal ini, terutama melalui kementerian luar negeri, tambah mereka.
Taliban menguasai Afghanistan setelah merebut Kabul pada 15 Agustus, memaksa Presiden Ashraf Ghani dan pejabat tinggi lainnya meninggalkan negara itu.
Setelah kepergian Ghani, mantan Presiden Hamid Karzai, politisi terkemuka Gulbuddin Hekmatyar, dan tokoh perunding perdamaian Abdullah Abdullah membentuk dewan dengan tujuan untuk memastikan kelancaran transfer kekuasaan.
Pengambilalihan cepat oleh Taliban membuat ribuan orang mencoba meninggalkan Afghanistan melalui bandara Kabul, dengan tenggat waktu 31 Agustus yang semakin mendekat.