Maria Elisa Hospita
17 Desember 2018•Update: 17 Desember 2018
Davit Kachkachishvili, Mumin Altas, Sefa Sahin
TELAVI, Georgia
Presiden perempuan pertama Georgia telah dilantik pada Minggu setelah meraup lebih dari 59 persen dukungan suara pada akhir November.
Upacara pengambilan sumpah Salome Zurabishvili itu dihadiri oleh beberapa kepala negara di antaranya Presiden Armenia Armen Sarkissian, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan Ketua Parlemen Azerbaijan Oktay Asadov.
"Georgia menghadapi masalah besar. Abkhazia dan Ossetia Selatan berada di bawah pendudukan Rusia," ujar Zurabishvili, presiden kelima Georgia, dalam pidatonya.
Dia meminta Rusia untuk mengakui semua hak dan hukum internasional Georgia sebagai suatu keharusan untuk menjalin hubungan negara tetangga yang normal.
Usai upacara peresmian, wakil presiden Turki menemui Perdana Menteri Georgia Mamuka Bakhtadze di Istana King Erekle II dan mengundangnya untuk menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi di Turki yang akan digelar selama paruh pertama 2019.
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas hubungan bilateral antara kedua negara.
Mereka sepakat bahwa jalur energi dan transportasi baru-baru ini telah meningkatkan kerja sama antara Turki dan Georgia.
Oktay dan Bakhtadze juga setuju untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan proyek-proyek bersama.
Setelah pertemuan itu, Oktay juga menemui ketua parlemen Azerbaijan.
Menurut Oktay, hubungan dekat antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah meningkatkan hubungan bilateral.