Politik, Dunia

Presiden Kurdi Irak: Turki tak punya masalah dengan Kurdi di Suriah

Kelompok teror YPG/PKK menjadi ancaman bagi Kurdi di Suriah

Rhany Chairunissa Rufinaldo  | 06.11.2019 - Update : 07.11.2019
Presiden Kurdi Irak: Turki tak punya masalah dengan Kurdi di Suriah Presiden Pemerintah Daerah Kurdi Irak (KRG) Nechirvan Barzani mengadakan konferensi pers di Erbil, Irak pada 5 November 2019. (Yunus Keleş - Anadolu Agency)

Ankara

Mazin Majeed Asaad Baqal

ERBIL, Irak

Presiden Pemerintah Daerah Kurdi Irak (KRG) Nechirvan Barzani mengatakan Turki tidak memiliki masalah dengan Kurdi di Suriah dan hanya bertujuan untuk memerangi kelompok teror yang berafiliasi dengan PKK di sana.

Berbicara di panel diskusi yang diadakan oleh Pusat Penelitian Timur Tengah (MERI) yang berpusat di Erbil, Barzani mengomentari Suriah dan kelompok teror PKK.

Dia mengatakan setuju dengan perspektif Ankara bahwa kelompok teror itu juga merupakan ancaman bagi warga Kurdi yang tinggal di Suriah.

Barzani juga mengimbau suku Kurdi di Suriah untuk menjaga jarak dengan kelompok teroris itu dan mengatakan bahwa PKK bertujuan untuk melegitimasi dirinya sendiri dengan memanfaatkan warga Kurdi Suriah.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Pada 22 Oktober 2019, Erdogan dan Putin menggelar pertemuan di kawasan Sochi, Rusia, dan mencapai kesepakatan bahwa teroris PKK/YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.