Muhammad Abdullah Azzam
25 September 2018•Update: 26 September 2018
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Presiden Iran Hassan Rouhani melakukan pertemuan dengan para pemimpin media Amerika Serikat (AS) dan mengeluarkan pernyataan terkait negosiasi nuklir Iran dan Sidang Umum PBB ke-73 di New York.
Rouhani mengatakan bahwa Iran dan Korea Utara tak pantas untuk disama-samakan, Trump telah mundur dari kesepakatan yang sangat penting tanpa memberikan alasan jelas, serta mengancam rakyat Iran dengan sanksi-sanksi dan mencampurtangani urusan dalam negerinya.
"Ini bukan langkah-langkah yang bisa diterima dengan mudah," ungkap Rouhani.
Rouhani mengungkapkan bahwa negosiasi dapat dilakukan bila perselisihan berkurang dan pihak AS memberikan harapan untuk mencapai hasil yang positif.
Namun, Rouhani berpendapat bahwa saat ini sikap Trump sama sekali tak memberikan harapan. Oleh karena itu, melakukan pertemuan dengan Trump tidak akan memberikan pengaruh apa-apa.
"Tapi, jika di waktu yang akan datang kami melihat AS ingin membangun hubungan dengan tulus, maka keputusan kami akan berbeda dan atmosfir saat itu akan berubah," ujar dia.
Trump, kata Rouhani, telah mengambil langkah yang sangat salah terhadap Iran dan rakyatnya. “Seharusnya Trump memperbaiki itu dahulu,” tutur dia.
“Asas kebijakan politik kami dengan AS dalam bernegosiasi adalah win-win solution. Trump telah merusaknya. Padahal, AS tidak rugi bila perusahaan AS melakukan kerja sama dengan Iran,” tukas Rouhani.
Presiden Iran Rouhani mengklaim, AS memberikan dukungan terhadap kelompok-kelompok teroris yang berlawanan dengan mereka sejak revolusi Iran.