Turki, Dunia

Presiden Erdogan peringati hari wafatnya Ataturk

Dia dikenang sebagai negarawan terbaik dalam sejarah dunia, kata Erdogan

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 10.11.2019
Presiden Erdogan peringati hari wafatnya Ataturk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Busra Nur Bilgic Cakmak

ANKARA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingati hari wafatnya pendiri bangsa Turki Mustafa Kemal Ataturk yang ke-81 tahun pada Sabtu.

"Kita harus memahami ajaran sang Gazi (Veteran) yang mendapatkan penghargaan dari bangsa kita dan seluruh dunia, dan memberi tahu para pemuda dan anak-anak kita bahwa dia adalah seorang patriot sejati," kata Erdogan dalam pidatonya pada peringatan itu.

Dia menekankan bahwa bangsa Turki harus membawa obor ke depan untuk persatuan dan solidaritas generasi mendatang tanpa melupakan pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan sang negarawan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh divisi komunikasi Kantor Kepresidenan Turki, Ataturk mencapai sukses besar dalam perang kemerdekaan yang mendapatkan tempat terhormat dalam sejarah dunia.

“Bangsa kita selamanya bertekad untuk melindungi tanah air dan bendera yang dipertahankan oleh darah para martir dan pengorbanan para veteran kita. Republik Turki terus tumbuh dengan kekuatan yang didapatnya dari masa lalu terlepas dari semua upaya untuk mencegahnya,” kata Erdogan.

"Ketika kita melangkah ke masa depan dengan harapan dan tekad yang lebih besar daripada sebelumnya, kita terus melindungi Republik kita yang oleh Gazi Mustafa Kemal Ataturk disebut sebagai 'karya terhebatku', dan kami terus melanjutkan langkah-langkah yang akan membawa negara kita lebih jauh," tambah dia.

Ataturk lahir pada 1881 di kota Thessaloniki, Yunani, yang pada waktu itu merupakan wilayah Kekaisaran Ottoman.

Pada 1915, dia memimpin pasukan militer untuk mengusir invasi sekutu di Canakkale, yang dikenal di dunia Barat sebagai Dardanella.

Menyusul jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I, Ataturk memimpin Perang Kemerdekaan Turki yang berhasil mengalahkan kekuatan Eropa.

Ketika menjabat sebagai presiden, Ataturk mengubah kekaisaran menjadi negara modern dan sekuler.

Dia wafat di Istanbul pada 10 November 1938 di usia 57 tahun.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın