Dunia

Prancis imbau warganya untuk tinggalkan Pakistan

Imbauan itu dikeluarkan menyusul aksi protes anti-Prancis di seluruh negeri

Ekip   | 15.04.2021
Prancis imbau warganya untuk tinggalkan Pakistan Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstrasi anti-Prancis oleh kelompok Tehreek-e-Labbaik di Lahore pada 12 April 2021. ( Muhammad Javed - Anadolu Agency )

Karaçi

Aamir Latif

KARACHI

Prancis pada Kamis mengimbau warga dan perusahaannya untuk meninggalkan Pakistan sementara waktu, menyusul unjuk rasa anti-Prancis di seluruh negeri.

Kedutaan Besar Prancis di Islamabad, melalui surel, memperingatkan ancaman serius terhadap kepentingan Prancis di Pakistan.

Tehreek-e-Labbaik Pakistan, partai agama sayap kanan, menggelar aksi protes kekerasan di kota-kota besar Pakistan awal pekan ini, mendorong pemerintah untuk melarang aktivitasnya sesuai dengan Undang-Undang Antiterorisme.

Pasukan keamanan telah menahan ketua partai, Saad Rizvi, beserta ratusan pendukungnya dari berbagai penjuru negeri.

Sedikitnya empat orang, termasuk dua polisi, tewas, dan ratusan lainnya luka-luka dalam bentrokan selama tiga hari.

Partai itu menuntut pengusiran duta besar Prancis dari negaranya karena karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan di Prancis tahun lalu.

Saat itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung penerbitan karikatur kontroversial itu, sekaligus menuduh Muslim Prancis sebagai gerakan "separatisme", bahkan menyebut Islam sebagai "agama yang sedang menghadapi krisis".


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın