Hajer M'tiri
30 Mei 2018•Update: 31 Mei 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Kementerian Dalam Negeri Prancis pada Selasa berjanji untuk meningkatkan peringatan penjangkauan publik.
Kementerian mengatakan bahwa pihaknya telah memblokir aplikasi ponsel yang berfungsi memperingatkan orang-orang akan potensi ancaman teror.
Aplikasi sistem informasi dan pemberitahuan publik yang dikenal sebagai SAIP dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Layanan Informasi Pemerintah (SIG) setelah serangan teror di Paris pada Januari dan November 2015.
"Per 1 Juni, aplikasi itu tidak akan aktif lagi. Kementerian berencana meningkatkan peringatannya di jejaring sosial (Twitter, Facebook, dan Google) serta lewat iklan di transportasi umum dan televisi, untuk memperingatkan orang-orang jika ada bahaya besar, seperti serangan teror," jelas kementerian.
Twitter akan memunculkan peringatan dari kementerian dengan "visibilitas khusus" dan Facebook akan memungkinkan pemerintah untuk berkomunikasi dengan orang-orang secara langsung melalui fitur "cek keamanan" yang dibuat pada tahun 2014.
Kesepakatan khusus antara pemerintah Prancis dan Facebook adalah yang pertama kalinya diberlakukan di Eropa.