Muhammad Abdullah Azzam
25 November 2020•Update: 27 November 2020
Zain Khalil
JERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan "kunjungan bersejarah" ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain awal pekan depan, lapor harian Israel Today pada Selasa.
Kantor berita yang dekat dengan Netanyahu mengatakan kunjungan tersebut akan menjadi kunjungan kerja pertama Netanyahu ke Abu Dhabi dan Manama dan dia akan bertemu dengan Putra Mahkota UEA dari Abu Dhabi Mohammed bin Zayed dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, yang ditelepon oleh pemimpin Israel Selasa pagi.
"Pejabat kantor Netanyahu sedang membuat persiapan akhir untuk kunjungan tersebut," menurut laporan itu, yang menambahkan bahwa kunjungan tersebut menyusul pembicaraan antara Ketua Komite Luar Negeri dan Pertahanan Knesset Zvi Hauser serta Ali Rashid Al Nuaimi, Ketua Pertahanan, Dalam Negeri dan Komite Urusan Luar Negeri di parlemen UEA.
Zvi Hauser optimis setelah pertemuan resmi pertama antara perwakilan kedua anggota parlemen. Dia menggambarkannya sebagai dialog "historis" dan "bermanfaat".
Netanyahu mengatakan pada Selasa pagi bahwa dirinya akan segera mengunjungi Bahrain, sebagai tanggapan atas undangan resmi.
Pengumuman kunjungan itu datang setelah media Israel pada Senin mengatakan bahwa Netanyahu melakukan kunjungan bersama Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Arab Saudi untuk bertemu Putra Mahkota Kerajaan Mohammed bin Salman.
Namun, Arab Saudi membantah laporan tersebut.
Pada bulan September, UEA dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi yang disponsori AS dengan Israel di Washington.
Kedua negara Teluk itu mengabaikan penolakan rakyat Arab yang meluas dan dianggap sebagai "pengkhianatan" terhadap perjuangan Palestina.
Kepemimpinan Palestina bersikeras bahwa kesepakatan apa pun dengan Israel harus didasarkan pada Prakarsa Perdamaian Arab 2002 berdasarkan prinsip "tanah untuk perdamaian" dan bukan "perdamaian untuk perdamaian" seperti yang diklaim Israel.