Lina Altawell
31 Juli 2026•Update: 31 Juli 2026
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pasukan angkatan lautnya menyerang dan menghentikan dua kapal tanker di Selat Hormuz, sementara empat kapal tanker lainnya berbalik arah setelah menerima peringatan dari Iran.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan insiden itu terjadi pada Jumat dini hari ketika dua kapal tanker melintasi jalur yang disebut sebagai "rute yang tidak diumumkan" di bawah pengawalan udara Amerika Serikat dan mengabaikan peringatan dari Iran.
IRGC menyatakan kedua kapal tanker tersebut "diserang dan dihentikan", sedangkan empat kapal lainnya "segera mengubah haluan dan kembali ke posisi semula."
"Semalam, sebagai tanggapan atas pernyataan palsu CENTCOM, kami telah memberi tahu seluruh pemilik kapal serta perusahaan asuransi agar tidak memedulikan pernyataan-pernyataan CENTCOM," demikian pernyataan IRGC.
CENTCOM bantah klaim Iran
Sebelumnya pada Kamis, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah mengalihkan jalur pelayaran 24 kapal komersial serta melumpuhkan dan menaiki empat kapal lainnya "untuk memastikan kepatuhan penuh."
CENTCOM juga membantah klaim IRGC bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz tidak aman. Menurut CENTCOM, ancaman utama terhadap awak kapal sipil justru berasal dari tindakan IRGC.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah kawasan.