Maria Elisa Hospita
13 Agustus 2018•Update: 13 Agustus 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Pimpinan Iraqi Turkmen Front (ITF) mengatakan bahwa setiap keluhan terhadap hasil penghitungan ulang pemilihan parlemen 12 Mei tidak akan mengubah apapun.
"Setiap keluhan atas hasil penghitungan manual tidak akan membuat perubahan apapun," kata Arshad Salihi kepada Anadolu Agency.
Pekan lalu, Komisi Pemilu Independen Irak mengumumkan bahwa hasil penghitungan ulang secara manual sudah sesuai dengan hasil penghitungan elektronik.
Menurut hasil itu, Koalisi Sairoon pimpinan Muqtada al-Sadr memenangkan 54 kursi parlemen, diikuti oleh koalisi pimpinan Hashd al-Shaabi (48 kursi) dan Blok Kemenangan pimpinan Perdana Menteri Haider al-Abadi (42 kursi).
Pada hari Minggu, komisi pemilu menerima sejumlah keluhan dari partai-partai politik mengenai hasil penghitungan manual.
Salihi mengatakan bahwa dia akan tetap menyampaikan setiap keluhan. "Namun jangan berharap banyak bahwa hasil pemilu akan berubah, karena kami tahu ada tekanan dalam tubuh komisi," ujar Salihi.
"Kami tidak punya pilihan lain selain meminta organisasi internasional untuk menindaklanjuti masalah ini," kata dia lagi.
Setelah Pengadilan Federal Irak menyetujui hasil penghitungan ulang, anggota parlemen terpilih akan menggelar sidang pertama untuk memilih ketua parlemen yang baru.
Dalam periode 30 hari dari sidang parlemen pertama, majelis akan memilih presiden.
Presiden kemudian akan menyusun pemerintahan, yang harus dirujuk kembali ke parlemen untuk disetujui.