06 Juli 2017•Update: 06 Juli 2017
Sarp Ozer, Merve Yildizalp, Diyar Guldogan
ANKARA
Ankara dan Moskow telah menyetujui permasalahan teknis terkait pembelian sistem misil Rusia, kata Menteri Pertahanan Fikri Isik, Selasa.
Saat ini kedua pihak masih dalam tahap negosiasi finansial terkait transaksi misil S-400, tambahnya.
“Semua masalah teknis, baik pihak Rusia maupun Turki telah selesai,” kata Isik dalam wawancara dengan TRT Haber. “Saat ini perundingan sudah memasuki tahap akhir,”
“Saat ini, kami sedang merundingkan masalah finansial. Kami rasa kami akan menyelesaikannya dalam beberapa hari mendatang,”
Namun Isik mengatakan Turki akan membangun sistem pertahanan misil nasional dengan sesama anggota NATO, Italia dan Perancis.
Pembantu Presiden Rusia Vladimir Kozhin, minggu lalu, mengatakan Moskow dan Ankara telah menyetujui pengiriman sistem mobile S-400, namun Kremlin belum mengizinkan peminjaman untuk transaksi tersebut.
Kozhin menambahkan bahwa Rusia tidak melihat adanya hambatan dalam menyediakan misil untuk anggota NATO.
Sistem S-400 telah diperkenalkan tahun 2007, dapat memuat tiga jenis misil, mampu menghancurkan permukaan tanah dan menyerang target di udara, termasuk misil balistik dan peluru kendali jelajah. Sistem S-400 dapat mengikuti jejak sekaligus menyerang 300 target sekaligus, dan memiliki batas ketinggian mencapai 27 kilometer.