Maria Elisa Hospita
02 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Adham Kako
ANKARA
Jumlah warga yang melarikan diri dari kota Daraa di barat daya Suriah ke daerah perbatasan dekat Yordania dan Israel karena serangan sengit pasukan rezim Bashar al-Assad sekarang telah mencapai sekitar 198.000 jiwa.
Menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) pada Minggu, sedikitnya 214 warga sipil tewas dalam serangan yang didukung oleh kekuatan udara Rusia di Daraa antara 15-30 Juni.
Dalam laporannya, LSM itu mengungkapkan bahwa korban jiwa serangan itu termasuk 65 anak-anak dan 43 perempuan.
Serangan rezim telah memaksa ribuan warga sipil melarikan diri ke daerah perbatasan dekat Yordania dan Israel.
Pada Kamis, Amman menyatakan kesiapannya untuk mendukung peran PBB dalam membantu pengungsi Suriah - namun tanpa perlu membuka perbatasan.
Selama beberapa hari terakhir, Daraa menjadi sasaran serangan udara dan darat yang intens oleh rezim Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya, yang telah menduduki kota Busra al-Harir dan Nahtah.
Setelah perundingan damai yang digelar tahun lalu di Astana, Daraa ditetapkan sebagai "zona de-eskalasi", di mana tindakan agresi dilarang keras.
Suriah dirundung konflik berkepanjangan sejak 2011, ketika rezim Assad menyerang kelompok demonstran dengan brutal.