Maria Elisa Hospita
02 Juli 2018•Update: 02 Juli 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) mengebom unit-unit sekutu rezim Bashar al-Assad setelah baku tembak terjadi di dekat pangkalan pelatihan Angkatan Udara Khusus Inggris (SAS) di gurun Suriah.
The Sunday Times melaporkan bahwa RAF menjatuhkan rudal berlaser seberat 500-pound ke pasukan rezim Assad selama baku tembak dekat perbatasan Irak dan Yordania, bulan lalu.
"Sebagai aksi bela diri, RAF Typhoons menjatuhkan satu Paveway IV, yang berhasil menghapus ancaman ke mitra koalisi kami," kata juru bicara Kementerian Pertahanan kepada The Sunday Times.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa seorang perwira militer Suriah tewas dan beberapa lainnya terluka selama insiden itu.
Serangan itu menandai keterlibatan langsung pasukan Inggris untuk pertama kalinya dengan pasukan yang bersekutu dengan rezim Assad, sejak dia turut serta dalam serangan udara dengan Amerika Serikat dan Prancis pada April melawan serangan kimia oleh rezim.
Sebuah organisasi pemantau Suriah yang berbasis di Inggris, Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, melaporkan bahwa ledakan terdengar sampai ke dekat gurun al-Tanf, daerah yang digunakan oleh pasukan Inggris dan AS untuk melatih pasukan pemberontak anti-Daesh.
Inggris dan AS menempatkan pasukan khusus di Suriah untuk memerangi teroris Daesh dan jarang bentrok dengan pasukan pendukung kepada rezim Assad.
Pada April 2017, AS menargetkan Pangkalan Udara Shayrat di Homs yang diduduki oleh rezim setelah menyerang kota Khan Sheikhoun di barat laut Idlib dengan senjata kimia.
April tahun berikutnya, AS bersama dengan Inggris dan Prancis menyerang pos rezim Assad setelah rezim menyerang dengan senjata kimia.