Astudestra Ajengrastrı
24 Juli 2018•Update: 25 Juli 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Pria pelaku penembakan pada akhir pekan lalu di Toronto, yang menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya, pada Senin diidentifikasi sebagai Faisal Hussain, penduduk Toronto berusia 29 tahun.
Orangtua Hussain mengatakan melalui pernyataan bahwa putra mereka "memiliki penyakit mental berat, dan telah berjuang melawan psikosis dan depresi selama hidupnya".
"Penanganan oleh para profesional tidak berhasil. Pengobatan dan terapi tidak bisa membuatnya lebih baik. Meski kami telah berusaha untuk mencari bantuan untuknya selama kehidupannya yang penuh penderitaan, kami tidak pernah membayangkan ini akan menjadi akhir yang menyedihkan dan merusak baginya."
Minggu, sekitar pukul 22.00 waktu setempat di area Greektown, Toronto yang sibuk, seorang pria dengan pistol di tangannya berjalan di kerumunan dan mulai menembaki sekitarnya. Wilayah Danforh, di mana insiden itu terjadi, adalah pusat keramaian yang dipadati restoran dan toko-toko. Polisi yang kemudian datang terlibat baku tembak dengan pria yang diidentifikasi sebagai Hussain itu, mengakibatkan pelaku penembakan tewas.
Reese Fallon, 18 tahun, warga Toronto yang berencana mengambil sekolah keperawatan di musim gugur ini tewas tertembak, begitu juga seorang gadis berumur 10 tahun yang namanya tak dirilis oleh polisi. Delapan wanita dan delapan pria juga terkena tembakan.
Polisi hingga kini belum mengetahui motif di balik kejahatan ini.
Mantan komisioner Kepolisian Daerah Ontario berkata para penyidik akan mencari tahu apakah Hussain pelaku "lone wolf" dan bagaimana caranya mendapatkan senjata, selain pertanyaan-pertanyaan lain.
"Apakah dia terinspirasi oleh kelompok teror?" ujar Chris Lewis. "Apakah dia bertujuan menembak satu orang namun kemudian menembaki orang-orang lain yang menghalangi jalannya?"
Walau motif penembakan ini masih belum diketahui, Dewan Nasional Muslim Kanada, organisasi untuk kebebasan dan advokasi sipil, mengeluarkan pernyataan pers pada Senin yang mengutuk serangan ini.
"Kami sangat terkejut dan marah dengan penembakan di Toronto," ujar pernyataan tersebut. "Ini adalah kekerasan yang mengerikan. Kami meminta semua orang untuk menunggu penyelidikan polisi untuk menjawab situasi menyedihkan ini sebelum berspekulasi apa motif di baliknya."