Nani Afrida
19 Januari 2021•Update: 19 Januari 2021
SANA'A, Yaman
Ratusan pendukung pemberontak Houthi Yaman melakukan demonstrasi Senin di depan kedutaan besar AS di ibu kota Sana'a. Mereka menentang keputusan Washington memasukkan kelompok itu ke dalam daftar organisasi teroris asing.
Para demonstran memegang spanduk yang mengecam tindakan AS.
Mereka juga menuduh AS "membunuh orang Yaman" sejak dimulainya perang di negara itu.
Beberapa pengunjuk rasa merobek bendera Amerika sementara yang lain menginjak-injaknya dengan kaki mereka dan mengibarkan slogan terkenal Houthi :"Matilah Amerika, Matilah Israel, Kutukan Orang Yahudi, Kemenangan Bagi Islam".
Kedutaan besar AS telah ditutup sejak perang di Yaman dimulai pada awal 2015.
Pada Minggu malam, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan rencana AS untuk menunjuk Houthi sebagai organisasi teroris dan menandai tiga pemimpin kelompok sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus - Abdullah Yahya al-Hakim, Abdul Malik al-Houthi dan Abd al-Khaliq Badr al-Din al-Houthi.
Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi yang berpihak pada Iran menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sana'a.
Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.
Menurut Kantor PBB UNOCHA, konflik di Yaman sejauh ini telah merenggut nyawa 233.000 orang.
*Bassel Barakat berkontribusi untuk laporan ini dari Ankara