Övünç Kutlu
13 Agustus 2021•Update: 14 Agustus 2021
Ovunc Kutlu
ANKARA
Pendapatan patform pemesanan hotel dan penginapan non hotel Airbnb dan divisi taman hiburan Disney melonjak sekitar 300 persen pada kuartal kedua tahun ini, menurut laporan keuangan kedua perusahaan itu yang dirilis Kamis.
Airbnb meraup pendapatan sebesar USD 1,3 miliar pada periode April-Juni, naik 288 persen dari USD 335 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya ketika bisnis perjalanan sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19.
Perusahaan marketplace online untuk penyewaan penginapan liburan itu memperkecil kerugian bersihnya menjadi USD 68 juta, dari triwulan sebelumnya USD 575 juta secara tahunan.
Platform itu menerima pemesanan sebanyak 83,1 juta malam pada kuartal kedua.
"Kondisi ini hampir pulih ke periode yang sama sebelum Covid-19," menurut pernyataan perusahaan itu.
Angka itu naik 197 persen dari kuartal kedua 2020.
"Perjalanan wisata ke beberapa kota besar seperti Istanbul, Las Vegas, dan Sao Paulo mulai pulih ke tingkat pra-pandemi pada akhir Juni," tambah pernyataan itu.
Namun Airbnb memperingatkan varian Covid-19 baru dapat berdampak pada industri perjalanan tersebut.
"Dalam waktu dekat, kami mengantisipasi bahwa dampak Covid-19 dan pengenalan serta penyebaran varian baru virus, termasuk varian Delta, akan terus memengaruhi perilaku perjalanan secara keseluruhan, termasuk seberapa sering dan kapan tamu memesan dan membatalkan," demikian perusahaan itu dalam suratnya kepada para pemegang saham.
Perusahaan Walt Disney juga mengatakan pada hari Kamis bahwa divisi taman hiburan, pengalaman, dan produk telah kembali dalam kondisi untung untuk pertama kalinya sejak awal pandemi ketika divisi taman hiburan dan resornya ditutup, dan pelayaran kapal pesiar serta tur dengan pemandu ditangguhkan.
Disney mengalami peningkatan pendapatan dari segmen taman hiburan, liburan dan produk naik menjadi USD 4,34 miliar pada kuartal kedua yang berakhir pada 3 Juli, naik 309 persen dari USD 1,06 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Total pendapatan perusahaan itu naik 44 persen menjadi USD 17 miliar, dari USD 11,78 miliar secara tahunana pada triwulan II 2021.