Turki, Ekonomi, Regional

42 kasus baru Covid-19 di Singapura terkait klaster tempat karaoke

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menggambarkan situasi tersebut sebagai “sangat meresahkan dan mengecewakan”

Devina Halim   | 15.07.2021
42 kasus baru Covid-19 di Singapura terkait klaster tempat karaoke Warga dan wisatawan memadati pusat kota Singapura pada 12 Desember 2020. ( Zakaria Zainal - Agen Anadolu )

Jakarta Raya

JAKARTA

Sebanyak 42 dari total 56 kasus baru Covid-19 di Singapura pada Rabu terkait dengan klaster tempat karaoke.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menggambarkan situasi tersebut “sangat meresahkan dan mengecewakan”.

Salah satu kasus di antaranya yakni penumpang kapal pesiar milik perusahaan Dream Cruises yang dinyatakan positif Covid-19 di atas kapal setelah diidentifikasi sebagai kontak dekat dari pasien di darat.

Dengan tambahan tersebut, total kasus dari klaster tempat karaoke menjadi 54 orang.

Menkes Ong mengatakan otoritas setempat memperkirakan akan ada lebih banyak kasus Covid-19 dari klaster ini dalam beberapa hari ke depan seiring pelacakan kontak yang masih berlangsung.

“Setiap outlet yang menyediakan layanan pendamping (hostess), permainan dadu, dan semua kontak yang sangat dekat ini tidak pernah diizinkan, belajar dari pengalaman tempat-tempat seperti Hong Kong dan Korea. Jadi untuk hal ini terjadi sekarang telah meresahkan (dan) mengecewakan,” kata Ong dikutip dari Channel News Asia, Rabu.

Adapun klaster KTV lounges di Singapura pertama kali diumumkan pada 12 Juli.

Kasus pertama melibatkan seorang warga negara Vietnam yang bekerja sebagai pendamping di tempat karaoke yang saat ini beroperasi sebagai gerai makanan dan minuman.

Menteri Ong meminta para pengunjung tempat karaoke sejak 29 Juni untuk menjalani tes Covid-19.

Bagi pengunjung yang merasa tidak nyaman atau tidak mau menjalani tes, Ong mendorong orang-orang tersebut untuk setidaknya tetap berada di rumah dan memberitahu pihak keluarga.

“Pastikan Anda memiliki kamar sendiri, mengisolasi diri, meminta keluarga membelikan Anda beberapa alat ART, menguji diri sendiri, tidak berinteraksi dengan siapa pun, dan memantau kesehatan Anda selama 14 hari ke depan,” ungkap Ong.

Tes Covid-19 secara gratis akan diberikan kepada para pengunjung sembilan tempat karaoke atau klub yang berlokasi di antaranya di Clarke Quay, Far East Shopping Centre, serta Tanglin Shopping Centre.

Kementerian Kesehatan Singapura akan memperluas pelaksanaan tes ke tempat karaoke ataupun klub yang beroperasi sebagai gerai makanan dan minuman lainnya.

Ong menyebutkan lebih dari 100 pengunjung dan hampir 100 staf telah mengikuti tes Covid-19 setelah klaster tersebut muncul.

Pada Rabu kemarin, polisi juga mengumumkan tiga operator karaoke sedang diinvestigasi karena menyediakan layanan pendamping atau hostess yang melanggar aturan Covid-19.

Sebanyak 20 perempuan dengan berbagai kewarganegaraan ditangkap atas dugaan keterlibatan mereka dalam kegiatan cabul di tiga gerai yang tidak disebutkan namanya.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın