Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 September 2019•Update: 09 September 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Kabinet baru Sudan, yang terdiri dari 18 menteri, dilantik oleh ketua Dewan Jenderal yang berdaulat Abdul Fatah Alburhan dan Perdana Menteri Abdallah Hamdok pada Minggu.
Kabinet baru yang akan memerintah selama tiga tahun masa transisi itu kemudian mengadakan pertemuan pertamanya.
Berbicara kepada para wartawan setelah upacara pelantikan, Menteri Informasi dan Juru Bicara Kabinet Faisal Mohamed Salih menekankan bahwa mereka akan berkomitmen pada slogan-slogan Revolusi Kebebasan, Perdamaian dan Keadilan.
Dia menambahkan bahwa mereka akan mengimplementasikan program-program koalisi yang berkuasa, Partai Kebebasan dan Perubahan.
Berbicara di wartawan yang sama, menteri keuangan yang baru, Ibrahim al-Badawi, mengumumkan rencana darurat ekonomi 200 hari untuk menyelamatkan ekonomi yang runtuh.
"Restrukturisasi anggaran umum, langkah-langkah darurat untuk menghentikan kenaikan harga, memerangi krisis uang tunai, menurunkan tingkat inflasi dan ketersediaan mata uang akan menjadi agenda utama kabinet kami," ujar al-Badawi.
Kamis lalu, Perdana Menteri Abdallah Hamdok mengumumkan kabinetnya yang terdiri dari 18 menteri, tetapi dua lainnya, yaitu menteri ternak dan infrastruktur tidak diumumkan karena membutuhkan konsultasi lebih lanjut antara Dewan Jenderal dan perdana menteri.