Muhammad Nazarudin Latief
20 September 2018•Update: 20 September 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah membuka lelang blok minyak dan gas West Kampar di Riau dan Sumatera Utara.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan blok tersebut mempunyai potensi produksi hingga 1.000 barel per hari.
Sisa cadangan WK West Kampar mencapai 8,3 Million Metrics Stock Tank Barrels (MMSTB) (2P) dan estimasi sumber daya dari 3 prospect dan 20 lead sebesar 4,3 Million Barrels of Oil Equivalent (MMBOE).
"Potensinya cukup besar hingga bisa menambah produksi migas nasional," ujar Djoko saat menjelaskan pembukaan penawaran lelang blok ini di Jakarta, Rabu.
Sayangnya, kata dia, potensi ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh pengelola blok sebelumnya yaitu PT Sumatera Persada Energi.
Kontrak pembelaan blok ini seharusnya berakhir pada 2035, namun karena tidak optimal gara-gara terlilit utang hingga Rp1,3 triliun, pemerintah melakukan terminasi kontrak.
Beban utang tersebut nantinya akan dialihkan ke pemenang lelang West Kampar berikutnya. Namun, pelunasan utang akan diganti oleh cost recovery, kata Djoko.
"Sayang tidak digarap serius. Padahal produksinya bisa sampai 1.000 barel per hari. Lumayan bisa menambah produksi nasional," ujar Djoko.
Pemerintah juga mewajibkan kontraktor memberikan bonus tandatangan sedikitnya USD5 juta dan indikatif Komitmen Kerja Pasti selama lima tahun berupa studi geologis dan geofisis (G&G), seismik tiga dimensi seluas 400 km2, dan empat sumur eksplorasi dengan estimasi biaya senilai USD59 juta.
Penawaran dokumen lelang bisa diakses Rabu hingga Senin 22 Oktober mendatang. Selanjutnya, pemasukan dokumen kualifikasi dilakukan pada 23-30 Oktober dan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada 12 November.