Dunia

Pelapor Khusus PBB: Pembunuhan jurnalis Palestina potensi kejahatan perang

Televisi Al Jazeera menuduh pasukan Israel membunuh Shireen Abu Akleh' dengan darah dingin'

Ali Abo Rezeg   | 12.05.2022
Pelapor Khusus PBB: Pembunuhan jurnalis Palestina potensi kejahatan perang Insan pers memegang foto jurnalis saluran televisi Al-Jazeera Shireen Abu Akleh, yang tewas akibat tembakan tentara Israel, di depan rumah sakit saat jenazah Akleh dibawa ke Rumah Sakit Al-Najah untuk diautopsi di Nablus, Tepi Barat pada 11 Mei 2022. (Nedal Eshtayah - Anadolu Agency)

ANKARA

Pembunuhan jurnalis terkemuka Palestina Shireen Abu Akleh adalah "potensi kejahatan perang," kata seorang pejabat PBB, Rabu. 

Dalam wawancaranya kepada Anadolu Agency, Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, mengatakan kejahatan yang berkaitan dengan "pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan itu berpotensi menjadi kejahatan perang di bawah Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional."

Jurnalis veteran Abu Akleh termasuk di antara wartawan yang bergegas ke Jenin di Tepi Barat yang diduduki untuk meliput serangan militer Israel sebelum ditembak mati oleh pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

"Kematian tragis Shireen Abu Akleh adalah serangan serius lainnya terhadap jurnalisme dan kebebasan berekspresi dan hak untuk hidup dan keselamatan di wilayah Palestina yang diduduki," ucap Albanese.

"Pembunuhan Abu Akleh harus diselidiki secara menyeluruh secara transparan, ketat dan independen," tambahnya.

Dia juga menyerukan untuk mengakhiri kekerasan di wilayah Palestina yang diduduki, menegaskan bahwa "ini adalah saat yang tepat untuk menuntut agar pendudukan ilegal Palestina dibongkar."

Sebelumnya pada Rabu, televisi Al Jazeera menuduh pasukan Israel dengan sengaja membunuh Abu Akleh “dengan darah dingin.”

“Kami berjanji untuk mengadili para pelaku secara hukum, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha menutupi kejahatan mereka, dan membawa mereka ke pengadilan,” kata jaringan televisi yang berbasis di Doha itu.

Abu Akleh lahir di Yerusalem pada tahun 1971 dan memperoleh gelar BA dalam bidang jurnalisme dan media dari Universitas Yarmouk di Yordania.

Dia juga memegang kewarganegaraan AS.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın