Iqbal Musyaffa
22 April 2020•Update: 22 April 2020
JAKARTA
Perserikatan Bangsa-Bangsa akan melakukan tes enam paket kebijakan bagi pemerintahan beberapa negara yang berencana mengeluarkan sejumlah paket stimulus hingga triliunan dolar pada tahun 2020, mengingat banyak negara-negara yang berusaha untuk membangun ulang perekonomian mereka setelah Covid-19 berlalu.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dalam pidatonya pada Hari Bumi, Rabu, mengatakan krisis Covid-19 adalah ujian terbesar bagi PBB sejak Perang Dunia II.
Dia juga memperingatkan bahwa masalah iklim yang membayangi dan krisis keanekaragaman hayati berpotensi menjadi masalah yang semakin berat.
“Kita harus bertindak tegas untuk melindungi planet kita dari virus korona dan ancaman eksistensial gangguan iklim,” kata Guterres.
Guterres menambahkan akan memberi enam percobaan sebagai Green New Deal yang dapat memandu para pejabat Kementerian Keuangan di negara-negara terdampak Covid-19, di saat mereka berusaha untuk merumuskan paket dukungan yang sangat banyak untuk memulai kembali perekonomian akhir tahun ini.
Keenam percobaan yang diinisiasi PBB antara lain dengan mendorong terbukanya pekerjaan dan bisnis baru di sektor-sektor yang mengedepankan transisi yang bersih dan hijau (ramah lingkungan).
Inisiasi kedua adalah dengan menggabungkan antara paket penyelamatan dengan pekerjaan yang ramah lingkungan dan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kemudian pada inisiasi ketiga, PBB mendorong penggunaan kekuatan kebijakan fiskal untuk beralih dari ekonomi ‘abu-abu’ ke ekonomi hijau,” ujar Guterres.
Dia juga mendorong dalam inisiasi selanjutnya, agar subsidi bahan bakar fosil harus berakhir, dan para pelaku pencemaran harus mulai membayar dampak eksternalitas dari bahan bakar fosil seperti polusi.
“Risiko dan peluang dalam persoalan iklim harus masuk ke dalam perencanaan keuangan negara, serta perlu kerja sama negara-negara sebagai komunitas internasional,” lanjut dia
Para pemimpin Uni Eropa sebelumnya telah mengisyaratkan rencana mereka untuk menjadikan Green New Deal sebagai inti dari strategi penyelamatan akibat dampak dari Covid-19, senada dengan para kepala pemerintahan di Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan Korea Selatan.
Pekan lalu, para menteri keuangan G20 menyerukan pemulihan 'berkelanjutan dari segi lingkungan'.
Intervensi Guterres ini datang bersamaan dengan Organisasi Meteorologi Dunia yang sedang bersiap untuk merilis laporan terakhir tentang Iklim Global 2015-2019.
Laporan itu akan membahas tentang suhu bumi, percepatan perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir, dampak cuaca yang lebih ekstrem, serta tren peningkatan emisi gas rumah kaca.