Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Juni 2020•Update: 02 Juni 2020
Gulsen Topcu
ANKARA
Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) pada Selasa mengatakan Panglima perang Libya Khalifa Haftar menyetujui dimulainya kembali perundingan gencatan senjata.
"Misi PBB menyambut baik para pihak di Libya yang menerima dimulainya kembali perundingan Komisi Militer Bersama 5 + 5," kata UNSMIL melalui Twitter.
Pernyataan itu mengatakan bahwa para pihak sepakat membicarakan hal tersebut di tengah seruan rakyat Libya yang ingin memiliki kehidupan bermartabat dan aman sesegera mungkin.
"Diharapkan bahwa semua pihak nasional dan internasional yang terlibat dalam masalah Libya akan menanggapi seruan rakyat Libya untuk mengakhiri perang dan bahwa negosiasi 5 + 5 akan meletakkan dasar bagi gencatan senjata terakhir," tambah pernyataan itu.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.