Pizaro Gozali Idrus
06 Maret 2020•Update: 07 Maret 2020
Servet Günerigök
WASHINGTON
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berharap kesepakatan terbaru antara Turki dan Rusia akan mengakhiri peperangan di barat laut Suriah untuk melindungi warga sipil, ujar juru bicara Guterres pada Kamis.
"Sekretaris Jenderal berharap perjanjian ini mengarah pada penghentian perang segera dan permanen yang menjamin perlindungan warga sipil di barat laut Suriah, yang telah mengalami penderitaan luar biasa," kata Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Mengacu pada peta jalan yang disahkan untuk proses perdamaian di Suriah, Guterres juga menyerukan agar pihak-pihak yang bertikai kembali ke proses politik yang difasilitasi PBB sebagai amanat Resolusi Dewan Keamanan 2254 (2015).
Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Ankara dan Moskow menyetujui gencatan senjata yang berlaku efektif mulai Kamis tengah malam di tengah peperangan antara militer Turki dan pasukan rezim Assad yang menewaskan banyak orang dari kedua pihak.
Sebagai bagian dari perjanjian, semua aktivitas militer akan berakhir di Idlib dan koridor keamanan akan dibangun sejauh 6 kilometer (3,7 mil) di utara dan ke selatan dari jalan M4.
Patroli gabungan Turki-Rusia juga juga akan dimulai pada 15 Maret di sepanjang jalan M4 dari pemukiman Trumba - 2 kilometer (1,2 mil) di sebelah barat Saraqib - ke pemukiman Ain-Al-Havr.