Maria Elisa Hospita
20 Januari 2021•Update: 20 Januari 2021
Halime Afra Aksoy
AL-HUDAYDAH, Yaman
Bentrokan antara pemberontak Houthi dan pasukan pemerintah di Yaman Barat meletus tak lama setelah PBB meminta para pihak yang bertikai untuk menghentikan peperangan.
Menurut militer, bentrokan meletus ketika pasukan Houthi mencoba menerobos garis depan pasukan pemerintah di distrik Hays, selatan kota pesisir Al-Hudaydah.
Pasukan pemerintah pun mengusir pemberontak Houthi yang mencoba menyusup ke daerah tersebut.
Tentara Yaman mengatakan bahwa sejumlah pemberontak Houthi tewas dan terluka dalam kekerasan itu.
Sejauh ini kelompok Houthi belum mengomentari insiden tersebut.
Pada Senin, Misi PBB untuk Mendukung Perjanjian Hudaydah meminta pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk mencegah eskalasi militer dan mematuhi perjanjian gencatan senjata yang dicapai di Swedia pada 2018.
Pemerintah Yaman dan Houthi menandatangani Perjanjian Stockholm pada 2018 untuk gencatan senjata permanen di Al-Hudaydah.
Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Krisis memanas setahun kemudian ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, konflik di Yaman sejauh ini telah merenggut 233.000 nyawa.
* Ditulis oleh Zehra Nur Duz