Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 April 2020•Update: 28 April 2020
Gulsen Topcu
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengatakan bahwa pasukannya meluncurkan serangan udara ke pangkalan udara Al-Watiya, yang dikendalikan oleh milisi pimpinan komandan pemberontak Khalifa Haftar.
Juru bicara militer GNA Mohammed Kanunu mengeluarkan pernyataan tentang perkembangan di pangkalan udara di Libya barat pada Selasa.
Kanunu mengatakan pasukan GNA melakukan lima serangan udara yang menargetkan tentara dan kendaraan militer pro-Haftar di pangkalan itu.
"Serangan udara dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan oleh milisi Haftar pada warga sipil di Tripoli," tambah dia.
Al-Watiya dianggap sebagai salah satu pangkalan udara paling penting di negara itu, yang kedua setelah Bandara Mitiga.
Pangkalan udara direbut oleh Haftar pada Agustus 2014 dan digunakan sebagai markasnya untuk operasi barat.
GNA terus-menerus diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya meluncurkan "Operasi Badai Perdamaian" pada 26 Maret untuk menangkal serangan.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat persetujuan PBB dan internasional.