Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Afrika Selatan untuk sementara waktu menutup kedutaannya di Nigeria setelah serangan yang menargetkan bisnis milik Afrika Selatan yang beroperasi di negara itu.
"Saya dapat mengonfirmasi, kami telah menutup sementara kedutaan kami di Nigeria sementara kami menilai situasinya," kata Lunga Ngqengelele, juru bicara Departemen Hubungan Internasional dan Kerjasama (DIRCO), kepada Anadolu Agency melalui telepon, Kamis.
Dia mengatakan bahwa DIRCO mengambil keputusan itu untuk memastikan keselamatan stafnya di tengah kerusuhan yang menargetkan usaha milik warganya di Nigeria.
Pengunjuk rasa di Nigeria dan Zambia menyerang bisnis milik warga Afrika Selatan sebagai balasan atas serangan yang sama terhadap bisnis milik asing di Johannesburg dan Pretoria.
Pada Rabu, sejumlah bisnis Afrika Selatan termasuk raksasa telekomunikasi MTN, toko ritek Shoprite dan televisi MultiChoice terpaksa menutup kantor mereka di Nigeria akibat serangan balasan.
"Kami telah berkomunikasi dengan pemerintah Nigeria dan mereka telah meyakinkan kami bahwa bisnis milik Afrika Selatan akan dilindungi," kata Ngqengelel.
Dia juga mengingatkan warga Afrika Selatan yang bekerja di berbagai bagian benua itu untuk waspada.
Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, DIRCO mengatakan bahwa pemerintah Afrika Selatan telah mengambil langkah tegas terhadap para pelaku kekerasan.
"Penangkapan telah dilakukan dan polisi terus memantau situasi di daerah-daerah yang terkena dampak, khususnya di provinsi Gauteng [di mana Johannesburg & Pretoria terletak] dan KwaZulu-Natal," kata departemen itu.
Juru bicara DIRCO menekankan bahwa Afrika Selatan adalah masyarakat multikultural yang mempromosikan interaksi di antara orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
"Konstitusi kami melindungi hak-hak semua orang yang tinggal di negara itu, baik warga Afrika Selatan maupun warga asing," kata Ngqengelele.
Pada Selasa, Nigeria memanggil duta besar Afrika Selatan untuk berbicara dan menyatakan ketidaksenangan atas serangan terhadap bisnis milik warga negaranya.
Penjarahan toko-toko milik asing dimulai pada Minggu di Jeppestown, dekat Johannesburg, di mana banyak perusuh mengobrak-abrik toko dan membakar beberapa di antaranya.
Kekerasan menyebar ke bagian lain Johannesburg dan Pretoria pada Senin, di mana kerumunan masuk ke toko untuk mencuri bahan makanan hingga peralatan elektronik.
Sebagai balasan, warga Nigeria menyerang toko-toko yang berkaitan dengan Afrika Selatan di setidaknya tiga negara bagian.
Akibatnya, raksasa telekomunikasi Afrika Selatan MTN terpaksa menutup toko dan kantornya di Nigeria untuk sementara.
Tingginya tingkat pengangguran di Afrika Selatan memicu penduduk setempat menuduh warga asing mengambil pekerjaan yang sejatinya disediakan bagi mereka.
Warga juga menuduh warga negara asing berkompetisi secara tidak adil dalam menjalankan bisnis ritel, yang menurut mereka tidak boleh dimiliki orang asing.
news_share_descriptionsubscription_contact

