Maria Elisa Hospita
06 September 2019•Update: 06 September 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Prancis dan Inggris mengkritik niat Iran untuk mengurangi komitmennya dalam kesepakatan nuklir 2015.
"Rencana Iran untuk mengurangi pembatasan penelitian dan pengembangan nuklir sangat memprihatinkan," kata Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris dalam sebuah pernyataan.
"Ini sangat mengecewakan karena di saat yang sama, kami dan mitra internasional kami, justru bekerja keras untuk mengurangi ketegangan dengan Iran," tambah kantor itu.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll mengatakan Iran "harus menahan diri agar tidak merusak upaya untuk de-eskalasi konflik".
Muhll mengatakan bahwa mereka akan membahas masalah ini dengan mitra mereka dan Badan Energi Atom Internasional.
Pada Rabu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negaranya akan segera mengambil langkah lanjutan dalam mengurangi komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir.
Dia menegaskan bahwa Eropa harus memberikan dukungan ekonomi tambahan ke negaranya jika mereka ingin mempertahankan kesepakatan.
Kesepakatan nuklir itu disepakati antara Iran, China, Prancis, Jerman, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.
*Yusuf Ozcan turut melaporkan dari Paris