Iraq
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Partai yang berkuasa di wilayah semi-otonom Irak Utara menuding sebuah faksi yang berafiliasi dengan Hashd al-Shaabi, kelompok payung yang didominasi milisi Syiah, berada di balik serangan rudal baru-baru ini di Erbil.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Partai Demokrat Kurdistan Mahmoud Muhammad memperingatkan "konsekuensi serius" jika serangan di wilayah Pemerintah Regional Kurdi (KRG) terus berlanjut.
Pada Senin, sebuah roket menghantam Bandara Erbil - yang memiliki pangkalan militer untuk koalisi anti-Daesh / ISIS pimpinan Amerika Serikat - hingga menewaskan seorang kontraktor sipil dan melukai delapan lainnya, termasuk seorang tentara AS.
Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi telah membentuk komite untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kelompok bersenjata Hashd al-Shaabi yang memiliki hampir 40 milisi diduga mendalangi serangan itu.
Kelompok Syiah itu juga telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan anti-Daesh di masa lalu.
*Ibrahim Mukhtar turut melaporkan dari Ankara
