Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Parlemen Somalia pada Kamis memutuskan untuk membatalkan upaya untuk memakzulkan presiden negara itu setelah menyimpulkan bahwa stabilitas politik negara lebih penting.
Ketua parlemen Mohamed Mursal Abdirahman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mosi untuk memakzulkan Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed telah dibatalkan.
"Mempertimbangkan situasi negara saat ini dan kebutuhan untuk meningkatkan stabilitas politik agar parlemen dan eksekutif dapat memenuhi tugas mereka, para anggota parlemen memutuskan untuk sepenuhnya membatalkan gerakan pemakzulan yang mereka usulkan," kata Abdirahman dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan kantornya juga menerima surat dari 14 anggota parlemen yang membantah keterlibatan mereka dalam gerakan tersebut.
Di bawah konstitusi, 92 anggota parlemen harus mendukung mosi tersebut agar dapat diserahkan kepada ketua.
Perkembangan ini tercapai setelah diskusi selama hampir satu minggu antara ketua dan anggota parlemen untuk menyelesaikan masalah ini.
Mosi untuk memakzulkan presiden ini dilakukan setelah adanya tuduhan bahwa dia secara diam-diam menandatangani perjanjian dengan pemerintah asing, termasuk Ethiopia dan Eritrea.