Ekip
12 Desember 2017•Update: 13 Desember 2017
KAIRO
Ketua Parlemen Arab, Mesha al-Selmi, pada Senin menyerukan perlunya roadmap atau peta jalan dari negara-negara Arab untuk pembentukan negara Palestina dengan ibu kota di Yerusalem Timur.
Berbicara kepada parlemen di Kairo, Selmi mengatakan AS bertanggung jawab atas dampak "keputusan semena-mena" yang diambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pekan lalu, Trump mengumumkan keputusannya serta persiapan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Perubahan kebijakan AS yang selama ini bersikap netral itu memantik gelombang protes di berbagai negara.
Selmi mengatakan langkah yang diambil AS itu merusak proses perdamaian Timur Tengah serta menghimbau agar negara-negara Muslim tetap mendukung Israel.
Dia juga mendorong agar PBB lebih aktif ikut serta dalam proses perdamaian itu dan "memikul tanggung jawab untuk menyelamatkan Yerusalem dan situs-situs sucinya".
Parlemen Arab merencanakan rapat luar biasa untuk merundingkan keputusan AS itu. Mereka belum menentukan tanggal namun mengatakan akan menyiapkan berkas hukum untuk menantang keputusan itu, yang dianggap melanggar resolusi PBB dan hukum internasional.
Mereka juga mengatakan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah Palestina.
Yerusalem masih menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang berharap Yerusalem Timur -- kini diduduki Israel -- kelak menjadi ibu kota negara Palestina.