Maria Elisa Hospita
29 Mei 2019•Update: 29 Mei 2019
Yusuf Hatip
BRUSSEL
Para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussel pada Selasa untuk mengevaluasi hasil Pemilihan Parlemen Eropa dan memulai negosiasi untuk menunjuk kepala lembaga baru Uni Eropa.
"Malam ini para pemimpin Uni Eropa bertemu untuk menilai hasil dan membahas arti hasil ini bagi UE, serta untuk mencalonkan pemimpin baru bagi lembaga-lembaga Eropa," ujar Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, saat konferensi pers.
Tusk menekankan bahwa tidak ada nama yang dibahas selama pertemuan dan para pemimpin hanya membahas proses.
Dia mengatakan calon presiden Komisi harus mendapatkan dukungan dari Parlemen Eropa dan Dewan Eropa.
"Perjanjian itu jelas: Dewan Eropa harus mengusulkan, dan Parlemen Eropa harus memilih," tegas Tusk.
Presiden Komisi Uni Eropa dicalonkan oleh negara-negara anggota dan parlemen perlu menyetujui kandidat dengan mayoritas absolut.
Tusk akan memulai konsultasi dengan parlemen sesuai dengan perjanjian pendiri.
Partai Rakyat Eropa (EPP) Manfred Weber menjadi faksi terbesar di parlemen, memenangkan 180 kursi di badan berkapasitas 751 kursi selama pemilihan Parlemen Eropa.
Namun, EPP membutuhkan dukungan dari setidaknya dua kelompok politik di parlemen untuk mencapai mayoritas.
*Ditulis oleh Sena Guler