Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Desember 2018•Update: 18 Desember 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Perdana Menteri Imran Khan pada Selasa mengatakan Pakistan telah membantu Amerika Serikat membawa Taliban ke meja perundingan.
"Pakistan telah membantu dalam dialog antara Taliban dan AS di Abu Dhabi. Mari kita berdoa agar ini mengarah pada perdamaian dan mengakhiri hampir tiga dekade penderitaan rakyat Afghanistan yang pemberani," cuit Khan di akun Twitter-nya.
Dia berjanji Islamabad akan melakukan apa saja untuk melanjutkan proses damai.
Perwakilan Taliban bertemu dengan para pejabat AS pada Senin di Uni Emirat Arab untuk mengakhiri konflik 17 tahun di Afghanistan.
Zalmay Khalilzad, perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, memimpin tim AS, sementara sejumlah pejabat dari Pakistan, Arab Saudi dan UEA juga berpartisipasi dalam pembicaraan.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada Selasa mengatakan bahwa kelompoknya mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior dari Arab Saudi, Pakistan dan UEA untuk membahas penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
"Perundingan awal diadakan dengan negara-negara tersebut bersama dengan Wakil Khusus Departemen Luar Negeri Zalmai Khalilzad. Dan pertemuan dalam proses negosiasi ini akan berlanjut hari ini," katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada wartawan.
Sebelumnya pada Senin, media Afghanistan melaporkan bahwa perwakilan pemerintah Kabul juga berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Namun, juru bicara Taliban membantah laporan yang mengatakan mereka hanya berbicara dengan pejabat AS dan tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan pemerintah Kabul, yang tidak mereka kenal.
Presiden AS Donald Trump meminta bantuan Islamabad untuk menengahi perundingan awal bulan ini.
Pakistan telah menengahi putaran pertama perundingan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di Islamabad pada Juli 2015.
Proses itu gagal ketika Taliban mengumumkan kematian pemimpin mereka Mullah Omer, yang memicu perebutan kekuasaan di dalam milisi.