Dunia

Organisasi Islam Malaysia sampaikan duka mendalam untuk Turki

Setidaknya 33 tentara Turki gugur dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan rezim Bashar al-Assad di Idlib, barat laut Suriah, Kamis malam lalu

Hayati Nupus  | 03.03.2020 - Update : 04.03.2020
Organisasi Islam Malaysia sampaikan duka mendalam untuk Turki Sejumlah warga mengadakan salat gaib untuk para tentara yang meninggal akibat serangan udara rezim Assad di wilayah Idlib Suriah. Para siswa dan warga yang menyelesaikan Masjid Kampus Universitas Sakarya (SAU) berdoa bagi para martir yang kehilangan nyawa mereka di Idlib. ( Müslüm Etgü - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA 

Dewan Konsultatif untuk Organisasi Islam Malaysia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya puluhan tentara Turki oleh serangan udara pasukan rezim Bashar al-Assad di Idlib, barat laut Suriah.

“Kami menyatakan kesedihan yang mendalam untuk putra-putra Turki yang menjadi martir saat bertugas melindungi korban konflik,” ujar Presiden Dewan Konsultatif untuk Organisasi Islam Malaysia Mohd Azmi Abdul Hamid, dalam keterangannya, pada Selasa.

Lembaga itu juga berdoa agar korban yang terluka segera pulih dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

Setidaknya 33 tentara Turki gugur dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara yang dilancarakan oleh pasukan rezim Bashar al-Assad di Idlib, barat laut Suriah, Kamis malam.

“Ada [prajurit yang terluka kritis akibat serangan itu], dan mereka sedang dirawat di rumah sakit,” ujar Rahmi Dogan, gubernur Provinsi Hatay Turki.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi, rezim dan pasukan Rusia di zona itu terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.

“Kami sangat menyesalkan atas tewasnya lebih dari 1.300 warga sipil dalam operasi untuk menyelamatkan Idlib,” ujar Azmi.

Terletak di barat laut Suriah, provinsi Idlib menjadi markas kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang sipil pada 2011.

Saat ini wilayah itu dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dari seluruh penjuru negeri yang kehilangan tempat tinggal mereka beberapa tahun terakhir akibat serangan pasukan rezim.

Turki menampung sekitar 3,7 juta warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka, menjadikannya negara penampung pengungsi paling banyak di dunia.

“Kami salut pada para pemimpin Turki yang menanggung kesulitan dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi. Semoga pemerintah dan rakyat Turki memiliki kekuatan untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban perang,” kata Azmi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın